Tuesday, May 27, 2014

Simple Tips Cari Makanan Halal di Korea Selatan

Kalau kata teman a Iwa, Korea, China, dan Jepang itu adalah segitiga babi. Yup, mereka itu sangat menyukaai daging babi. Kalau  ngga pake daging babi, masakannya dimasak atau dibubuhi minyak babi. Duh!

Di Korea Selatan sendiri, mencari masakan daging selain daging babi bukannya tidak mudah. Cuma kan kita terbatasi dengan status halalnya daging-daging itu. Kayak daging ayam, jelas haram karena disembelih sama penduduk lokal. Saran saya, kalau kamu pengen nyicip masakan Korea, cari masakan daging sapi, karena daging sapi yang digunakan mayoritas impor dari Australia, which is tergolong halal karena disembelih ahli Kitab. Daging lokal Korea yang biasa disebut 한우 (Han-oo) tentu saja haram dimakan, namun harganya cukup mahal sehingga kecil kemungkinan kita makan 한우 di restoran kecil di pasar Korea misalnya. :D Bahkan buat pribuminya sendiri makan 한우 itu merupakan kemewahan tersendiri.

Nah, bukan cuma di masakan lho sesuatu berbau babi ini disertakan juga dalam cemilan mereka termasuk diantaranya 람연 (ramyun, mie instan favoritnya orang Korea) dan Chocopie. Jangan terkecoh juga dengan makanan yang berlabel halal di Indonesia dan dijual disana belum tentu halal, contohnya permen Happydent. Buat panduan lengkapnya bisa kunjungi website imuska.org .

Cara paling sederhana buat mendeteksi kehalalan makanan Korea ya dengan menghapal tulisan Hangul untuk babi (돼지) dan minyak hewani, juga lecithin. Kalau soy lecithin berarti aman dikonsumsi Muslim. 

Di Seoul khususnya, ada beberapa restoran halal di Itaewon. Di daerah itu ada masjid besar dan juga merupakan area warga negara asing termasuk ras Timur Tengah. Restoran halal disana biasanya menyajikan masakan ala Timur Tengah dan ndia, namun ada juga yang menyajikan masakan Korea tapi cita rasanya beda dengan masakan lokal yang dimasak orang Korea sendiri.

Saran saya sih, kalau teman-teman mau berkunjung ke tiga negara itu, jangan lupa, bawa Indomie. :D

No comments:

Post a Comment