Subhanallah, ngga terasa ya sudah memasuki tahun 2013.
Tahun baruan kali ini berbeda dari biasanya. Kalau tahun-tahun sebelumnya itu kerjaannya paling nongkrong depan tv bareng keluarga sambil nonton Petualangan Sherina, hehe. Tahun sekarang saya berkesempatan turut merasakan kemeriahan pesta tahun baru di Marina Bay, Singapore.
Kami berangkat dari apartemen pukul 8 malam. Setelah mampir makan di Kopitiam Sengkang, kami menuju Marina Bay menggunakan MRT. Wah, luar biasa penuhnya MRT malam itu. Entah mau kemana orang-orang saat itu karena di perhentian Marina Bay, justru station terlihat sepi, tidak berdesak-desakan. Hanya saja ketika kami tiba di Marina Bay, seluruh pinggiran sungai sudah dipenuhi stand kamera dan orang-orang juga banyak yang sudah menggelar tikar disana, padahal masih ada waktu 3 jam menuju peluncuran kembang api.
Saat kami baru tiba disana, ada sekelompok orang yang meluncurkan pesawat radio kontrol yang didesain sedemikian rupa sehingga berwarna-warni tubuh pesawatnya oleh lampu dan juga lampu sorot. Pertunjukan ini cukup memeriahkan penantian kami yang panjang. Dua kali mereka menerbangkan 'beludru' terbang ini sebelum pesta kembang api dimulai.
Semakin mendekati pukul 00:00, semakin ramai orang berlalu-lalang dan semakin banyak pula orang yang menggelar tikar sehingga pejalan kaki sudah mulai sulit melalui jalanan di sepanjang sungai. Sambil menunggu kembang api diledakkan, orang sibuk mengobrol, menonton pertunjukan musik di panggung tengah lapangan, minum-minum, dsb.
Sepuluh menit menjelang pukul 00:00, orang-orang mulai berdiri dan menanti dengan bergairah pergantian tahun 2012 ke tahun 2013. Orang di sekitar mulai berteriak-teriak menghangatkan suasana. Teriakan semakin meriah ketika kembang api pertama diledakkan ke udara. Tidak lama setelahnya, 'beludru' terbang tadi kembali meliuk-liuk di udara. Menurut saya, pesta kembang api yang hanya berlangsung selama 8 menit itu biasa saja. Tidak ada yang spesial dari kembang api tersebut.
Yang tidak biasa justru ketika kami mulai meninggalkan kawasan Marina Bay. Sepanjang jalan, bau alkohol menguar, bercampur dengan bau mesiu dari kembang api yang memenuhi udara malam. Trotoar juga dipenuhi manusia yang berdesak-desakan menuju tempat parkir atau MRT station. Banyak orang yang mabuk juga di sekitar kami. Beberapa orang berjalan sambil mengumpat pada polisi Singapore yang memberlakukan sistem buka-tutup bagi pejalan kaki dan mereka juga menutup akses jalan raya.
Pada sekitar pukul 23:30, sempat terjadi kecelakaan lalu lintas. Sebuah Lamborghini silver menabrak pilar di Collyer Quay. Menurut STOMPer di stomp.com.sg , ada keanehan pada kecelakaan ini karena mereka sama sekali tidak mendengar suara decit ban akibat rem. Mereka hanya mendengar suara hantaman keras. Mereka juga melihat 2 pengendaranya, laki-laki dan perempuan yang terlihat muda, sekitar 20 tahunan, melenggang keluar mobil seolah tidak terjadi apa-apa.
Hampir 1 jam lamanya perjalanan kami dari Marina Bay menuju Clarke Quay MRT station. Ketika menaiki MRT, kami berpapasan dengan pria yang tubuhnya penuh dengan bekas muntahan dan begitu kami masuk ke dalam MRT, 4 kursi dipenuhi muntahan berwarna kekuningan. Ugh, sungguh menjijikkan.
Pesta tahun baru seperti itu, sungguh memuakkan. Untuk kami, tidak ada sedikit pun keinginan untuk mengikuti perayaan semacam itu lagi tahun depan. Bau alkohol, orang mabuk, orang emosi, orang dengan pakaian minim, dan macam-macamnya membuat kami tidak nyaman.