Wednesday, February 20, 2013

Gus Mus - Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana


Kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir
aku harus bagaimana?

kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai
kau ini bagaimana?

kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan
aku harus bagaimana?

aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku
kau ini bagaimana?

kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
aku harus bagaimana?

aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain
kau ini bagaimana?

kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
aku harus bagaimana?

aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya
kau ini bagaimana?

kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
aku harus bagaimana?

aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a'lam bissawab
kau ini bagaimana?

kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku
aku harus bagaimana?

aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
kau ini bagaimana?

kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis
aku harus bagaimana?

kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja
kau ini bagaimana?

aku bilang terserah kau, kau tidak mau
aku bilang terserah kita, kau tak suka
aku bilang terserah aku, kau memakiku

kau ini bagaimana?
atau aku harus bagaimana?

Monday, February 18, 2013

Pemakan Daun Teh






Teh.  Saya sangat menyukai teh.  Hampir setiap hari saya meminum teh.  Seringkali terjadi dalam seharian saya hanya meminum air teh.  Saya benar-benar menyukai teh.


ilustrasi teh Garut. Teh Garut favorit saya tidak bermerek
      
Teh yang saya suka adalah teh hitam.  Saya lebih memilih teh serbuk daripada teh celup karena lebih wangi dan rata-rata dicampur bunga melati.  Teh yang nikmat bagi penyuka teh kental yang saya sarankan adalah teh asli dari perkebunan di Garut.  Proses pengolahan tehnya mungkin tidak selama proses pengolahan teh hitam kemasan karena daun tehnya masih berwarna hijau dan hampir utuh.  Namun rasanya sangat kuat dan aromanya pun wangi sekali.  Saya biasa mendapat teh ini dari paman saya yang tinggal di Garut.  Beliau membawakan keluarga kami 5kg teh (satu karung plastik besar) di hampir semua kunjungannya.

Kesukaan saya pada teh tidak berhenti sampai disini.  Saya juga menyukai daun teh yang telah diproses.  Bukan saja saya suka membauinya, tapi saya juga memakannya!

Kebiasaan memakan daun teh ini berawal dari kesukaan saya mencium aroma teh dan meminumnya.  Lama-kelamaan saya menjadi sangat gemas dan ingin mencoba memakannya.  Saat itu saya melihat mamah saya memakan sedikit teh, lalu saya pun mengikutinya.  Ugh, ternyata serbuk teh itu pahit sekali!  Rasana saya tidak akan sanggup menghilangkan rasa pahitnya.  Tapi saya tidak merasa jera.  Beberapa hari setelahnya saya mencoba lagi.  Lama-kelamaan saya mulai terbiasa dengan rasa pahitnya.  Bahkan bila saya tidak memakan teh sehari saja, saya merasa rindu.
serbuk teh favorit saya

Tidak ada efek samping dari memakan serbuk teh itu.  Saya malah merasa lebih enakan bila setelah makan lalu saya memakan sejumput serbuk teh.  Kadang bila tidak sempat menyeduh teh, saya makan serbuk tehnya lalu saya kunyah sebentar, setelah itu saya larutkan teh di mulut saya dengan segelas air putih.

Mungkin ini aneh bagi anda.  Teman-teman saya juga sangat heran dan kaget dengan kebiasaan ini.  Setiap orang yang melihat saya selalu tertarik untuk mencoba tetapi tidak ada yang mau mencoba dua kali, hehe.

Tuesday, January 1, 2013

New Year Fireworks Party in Singapore

Subhanallah, ngga terasa ya sudah memasuki tahun 2013. 

Tahun baruan kali ini berbeda dari biasanya.  Kalau tahun-tahun sebelumnya itu kerjaannya paling nongkrong depan tv bareng keluarga sambil nonton Petualangan Sherina, hehe.  Tahun sekarang saya berkesempatan turut merasakan kemeriahan pesta tahun baru di Marina Bay, Singapore.

Kami berangkat dari apartemen pukul 8 malam.  Setelah mampir makan di Kopitiam Sengkang, kami menuju Marina Bay menggunakan MRT.  Wah, luar biasa penuhnya MRT malam itu.  Entah mau kemana orang-orang saat itu karena di perhentian Marina Bay, justru station terlihat sepi, tidak berdesak-desakan.  Hanya saja ketika kami tiba di Marina Bay, seluruh pinggiran sungai sudah dipenuhi stand kamera dan orang-orang juga banyak yang sudah menggelar tikar disana, padahal masih ada waktu 3 jam menuju peluncuran kembang api.

Saat kami baru tiba disana, ada sekelompok orang yang meluncurkan pesawat radio kontrol yang didesain sedemikian rupa sehingga berwarna-warni tubuh pesawatnya oleh lampu dan juga lampu sorot.  Pertunjukan ini cukup memeriahkan penantian kami yang panjang.  Dua kali mereka menerbangkan 'beludru' terbang ini sebelum pesta kembang api dimulai.

Semakin mendekati pukul 00:00, semakin ramai orang berlalu-lalang dan semakin banyak pula orang yang menggelar tikar sehingga pejalan kaki sudah mulai sulit melalui jalanan di sepanjang sungai.  Sambil menunggu kembang api diledakkan, orang sibuk mengobrol, menonton pertunjukan musik di panggung tengah lapangan, minum-minum, dsb.

Sepuluh menit menjelang pukul 00:00, orang-orang mulai berdiri dan menanti dengan bergairah pergantian tahun 2012 ke tahun 2013.  Orang di sekitar mulai berteriak-teriak menghangatkan suasana.  Teriakan semakin meriah ketika kembang api pertama diledakkan ke udara.  Tidak lama setelahnya, 'beludru' terbang tadi kembali meliuk-liuk di udara.  Menurut saya, pesta kembang api yang hanya berlangsung selama 8 menit itu biasa saja.  Tidak ada yang spesial dari kembang api tersebut.

Yang tidak biasa justru ketika kami mulai meninggalkan kawasan Marina Bay.  Sepanjang jalan, bau alkohol menguar, bercampur dengan bau mesiu dari kembang api yang memenuhi udara malam.  Trotoar juga dipenuhi manusia yang berdesak-desakan menuju tempat parkir atau MRT station.  Banyak orang yang mabuk juga di sekitar kami.  Beberapa orang berjalan sambil mengumpat pada polisi Singapore yang memberlakukan sistem buka-tutup bagi pejalan kaki dan mereka juga menutup akses jalan raya.

Pada sekitar pukul 23:30, sempat terjadi kecelakaan lalu lintas.  Sebuah Lamborghini silver menabrak pilar di Collyer Quay.  Menurut STOMPer di stomp.com.sg , ada keanehan pada kecelakaan ini karena mereka sama sekali tidak mendengar suara decit ban akibat rem.  Mereka hanya mendengar suara hantaman keras.  Mereka juga melihat 2 pengendaranya, laki-laki dan perempuan yang terlihat muda, sekitar 20 tahunan, melenggang keluar mobil seolah tidak terjadi apa-apa.

Hampir 1 jam lamanya perjalanan kami dari Marina Bay menuju Clarke Quay MRT station.  Ketika menaiki MRT, kami berpapasan dengan pria yang tubuhnya penuh dengan bekas muntahan dan begitu kami masuk ke dalam MRT, 4 kursi dipenuhi muntahan berwarna kekuningan.  Ugh, sungguh menjijikkan.

Pesta tahun baru seperti itu, sungguh memuakkan.  Untuk kami, tidak ada sedikit pun keinginan untuk mengikuti perayaan semacam itu lagi tahun depan.  Bau alkohol, orang mabuk, orang emosi, orang dengan pakaian minim, dan macam-macamnya membuat kami tidak nyaman.