Friday, July 20, 2012

Marhaban yaa Ramadhan, Ramadhan di Korea Selatan


Marhaban yaa Ramadhan...

Bahagia sekali rasanya menyambut datangnya Ramadhan, bulan dimana segalanya dispesialkan oleh Allah SWT.  Bulan Ramadhan merupakan bulan tarbiyyah, saatnya untuk belajar menjadi muslim yang bermanfaat, penuh semangat dalam mengerjakan kebaikan dan beribadah, dan saatnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Ciri muslim yang sukses dalam menjalani bulan Ramadhannya adalah amal perbuatan selama bulan Ramadhan bisa diaplikasikan untuk 11 bulan ke depan.  Jadi kurang tepat bila kita menjadikan momentum Ramadhan sebagai bulan full beribadah dan menjalani aktivitas seperti bulan-bulan sebelumnya di 11 bulan berikutnya.

Banyak sekali kebahagiaan yang dapat dirasakan muslim Indonesia selama bulan Ramadhan: beribadah lebih giat dan khusyu', berkumpul bersama keluarga, mengerjakan shalat qiyamullail di masjid, ber'itikaf, menyediakan ta'jil bagi yang berbuka, dll.  Sedih sekali rasanya pada hari pertama Ramadhan tahun ini saya tidak dapat merasakan kesempatan yang biasanya secara cuma-cuma saya dapatkan di tahun-tahun sebelumnya.

Seoul Central Masjid  (http://www.islamawareness.net)
Di Korea Selatan tempat saya tinggal saat ini, gema Ramadhan benar-benar tidak ada.  Tidak ada disebutkan kata "Ramadhan" dimanapun.  Bahkan di Geoje, pulau ke-2 terbesar di Korea Selatan, tidak ada masjid.  Di Korea Selatan sendiri hanya ada 17 masjid yang tersebar di berbagai kota.  Memang wajar, mengingat umat muslim di Korea Selatan hanya 100.000 orang, setara 0,2% dari populasinya, dan sekitar 70-80% adalah orang asing yang tinggal/bekerja disana (sumber: The Korea Times,29 Mei 2005).  Bisa dibayangkan bagaimana 'gersang'-nya hati umat muslim di Korea.  Betapa dirindukannya keramaian khas bulan Ramadhan.  Bahkan kemarin, saya kalang-kabut mencari informasi tentang awal Ramadhan di Korea Selatan dan tidak ada satupun situs internet yang menyajikan info tersebut, sungguh menyedihkan.  Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti jadwal dari prayer timetable yang didapat dari Seoul Central Masjid.

Masjid di Korea Selatan sendiri tidak sepi selama Ramadhan.  Di Seoul Central Masjid, mereka menyediakan makanan iftar untuk sekitar 250 orang di hari biasa dan sekitar 500-600 orang saat weekend.

Monday, July 16, 2012

Belajar dari Korea: Insan Media Korea

Tadi malam kami kedatangan tamu spesial, salah satunya seorang kawan asal Busan, Shon. Dia bercerita banyak hal, dengan ekspresif. Dia bertanya padaku, "do you like Korea? Korea is really different from drama, right?" Lalu dia melanjutkan, "When you saw men in drama, they're all handsome, cool, and friendly to girl, but that's completely different.  Korean men aren't that friendly to girls." dia pun menertawakan analisisnya sendiri.

Bila diamati dengan cermat, perkataan dia memang benar meskipun tidak sepenuhnya benar karena banyak juga pria menarik yang kutemukan selama di Korea. :) Yang aku garis bawahi adalah, dimanapun media itu akan menampilkan yang terbaik dari sumber daya yang dimilikinya.  Apalagi menurut kesimpulanku, media hiburan Korea Selatan itu memiliki misi khusus yaitu menyebarluaskan identitas Korea melalui media hiburan.  Hasilnya luar biasa, Korea menjadi digilai para remaja Indonesia.  Kenapa?  Karena unsur hiburan itu lebih mudah diterima dan diserap oleh kita, terutama para remaja.

Jadi sebagai pelajaran, tidak ada salahnya para insan kreatif meniru kreativitas orang Korea Selatan.  Mereka saja bisa sangat sukses, kenapa yang lain tidak?

Friday, July 13, 2012

Pendulum Emas Berayun

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Setelah tertunda bertahun-tahun, akhirnya niat untuk membuat blog terwujud juga dan bahkan bisa menorehkan post pertama.  Banyak rasa, cita, dan cerita yang ingin dituangkan sebagai kenangan dan penguat tekad terhadap langkah yang akan dipilih selanjutnya.

Dengan post ini, pendulum emas diayunkan...